Sabtu, 17 November 2012

SOAL-SOAL TENTANG ORGANISASI


Soal Pilihan Ganda Tentang Organisasi :

1. Pendekatan di bawah ini  yang sering di ungkapkan berdasarkan pemahaman karena     keyakinan bahwa kefektifan organisasi tidak dapat di rumuskan adalah?
     a. Pendekatan stakeholder
     b. Pendekatan sistim
     c. Pendekatan nilai-nilai bersaing
     d. Pendekatan pencapaian tujuan
     e. Semua benar

2. Solusi apa yang tepat bila tidak tercontrolnya setiap anggota dalam memutuskan persoalan?
a. mengurangi tingkat control untuk pengambilan keputusan dan dilakukan dengan cermat                        agar proses pengambilan keputusan pun akan menjadi lebih sentralisasi.
b. Tercontrolnya para anggota dalam memutuskan persoalan
c. memberika perhatian kepada setiap anggota di dalam suatu organisasi agar lebih mengerti dalam meletakan pondasi di dalam suatu organisasi
d. memiliki kekuasaan yang penting dalam setiap tugas dan fungsinya yang harus mereka pertanggung jawabkan di dalam suatu organisasi
 e. Semua salah

3. Di bawah ini yang membedakan organisasi menurut Argyris tentang perbedaan formal dengan organisasi informal adalah?
     a. Kepemimpinan
     b. Ketergantungan
     c. Kesibukkan
     d. a dan b benar
     e. a dan c benar


Selasa, 06 November 2012

Organisasi Informal


ORGANISASI INFORMAL
Organisasi informal dapat di sebut sebagai suatu “bayangan” organisasi formal. Tanpa adanya organisasi formal, organisasi informal mungkin tidak ada. Meskipun organisasi informal merupakan refleksi organisasi formal, tetapi terdapat perbedaan ciri – ciri organisasi yang sanagat menonjol. Organisasi formal mempunyai struktur, tujuan serta pola hubungan kerja yang teratur melalui manajemen, organisasi informal berdiri di atas struktur yang tidak jelas, fleksibel dan sukar di definisikan. Keanggotaan dalam organisasi informal tidak di tentukan atau atas dasar kesepakatan dengan tujuan organisasi. Secara lebih khusus, Argyris mengemukakan empat bidang utama yang membedakan organisasi formal dan informal yaitu :
1. Hubungan – hubungan antar pribadi. Dalam organisasi formal hubungan – hubungan di antara orang – orang di tentukan, sedangkan dalam hubungan – hubungan informal sangat tergantung pada berbagai kebutuhan para anggotanya.
2. Kepemimpinan. Para pemimpin di tetapkan dan di tunjukkan dalam formal, serta muncul dan di pilih dalam informal.
3. Pengendalian keperilakuan. Organisasi – organisasi formal mengendalikan perilaku karyawan melalui balas jasa dan hukuman. Di lain pihak, kelompok – kelompok informal mengendalikan para anggota dengan pemenuhan kebutuhan.
4. Ketergantungan. Karena kemampuan pada organisasi formal berhubungan dengan balas jasa dan hukuman, para bawahan formal lebih tergantung daripada para anggota kelompok informal.
Organisasi informal merupakan hubungan, yang tidak resmi dan tidak di bawah suatu kekuasaan, antara pribadi – pribadi dan kelompok – kelompok yang tak dapat di tiadakan terjadinya oleh organisasi formal. Setiap organisasi formal akan mempunyai organisasi informal dengan keanggotaannya. Oleh sebab itu penjelasan di atas  menjelaskan arti organisasi informal bagi pribadi – pribadi dan bagi organisasi formal.

Masalah Dan Solusi Dalam Organisasi


Masalah dan Solusi
            Masalah pertama dalam suatu organisasi itu terkadang tingkat control untuk memutuskan persoalan pengambilan keputusan tidak terkontrol dalam setiap anggota, maka dari itu terkadang pula hasilnya pun tidak baik. Untuk solusi dalam permasalahan ini kita pecahkan dengan cara, mengurangi tingkat control untuk pengambilan keputusan dan dilakukan dengan cermat, agar proses pengambilan keputusan pun akan menjadi lebih sentralisasi.
            Masalah kedua dalam suatu organisasi itu terkadang para anggota salah untuk meletakan pondasi di dalam berbagai fungsi dalam suatu organisasi, dan menyebabkan hancur suatu organisasi, untuk masalah seperti ini kami sudah memiliki solusinya untuk suatu organisasi, yaitu memberika perhatian kepada setiap anggota di dalam suatu organisasi agar lebih mengerti dalam meletakan pondasi di dalam suatu organisasi.
            Masalah ketiga dalam suatu organisasi itu terkadang kekuasaan dari para anggota tidak menciptakan struktur yang sentralisasi, dan tidak sejalan kepada anggota, itulah yang tidak di pertanggung jawabkan di dalam suatu organisasi. Solusinya untuk masalah tersebut yaitu di dalam suatu oganisasi harus memiliki kekuasaan yang penting dalam setiap tugas dan fungsinya yang harus mereka pertanggung jawabkan di dalam suatu organisasi .
            Masalah keempat dalam suatu organisasi itu terkadang interdepensi merupakan factor yang sangat sulit untuk di selesaikan dari berbagai kelompok di dalam organisasi, oleh karna itu kami memiliki solusinya  akan tetapi masalah tersebut hanya dapat di tempuh dengan konsep alat-alat penghubung di antara para anggota dalam suatu organisasi.
DINAMIKA PERILAKU ORGANISASIONAL
Organisasi terdiri dari sekumpulan manusia. Seperti gerakan atom – atom yang menjadi inti suatu benda, perilaku dan kegiatan manusia – manusia juga menjadi dasar analisa teori organisasi. Manusia melakukan kegiatan dan bereaksi terhadap kegiatan orang lain dalam organisasi baik dari pimpinan atau  sesame anggota,menimbulkan bermacam – macam dinamika perilaku dalam organisasi.Bagian ini akan membahas dinamika tersebut.

Pendekatan Organisasi



Pendekatan organisasi :
       Keyakinan bahwa keefektifan organisasi tidak dapat dirumuskan karena ada perbedaan pandangan, oleh karena itu, maka pemahamannya melalui suatu pendekatan yang sering diungkapkan dengan apa yang disebut :
1.  Pendekatan pencapaian tujuan, menyatakan bahwa keefektifan sebuah organisasi harus dinilai dengan pencapaian tujuan ketimbang caranya.
2.   Pendekatan sistim, bahwa organisasi terdiri sub bagian yang saling berhubungan, oleh karena itu dinilai berdasarkan kemampuannya untuk dan mempertahankan stabilitas dan keseimbangan.
3.  Pendekatan stakeholders, dikatakan efektif apabila dapat memenuhi bagi pemilik adalah laba atau investasi, pertumbuhan penghasilan ; pegawai adalah kompensasi, tnjangan tambahan, kepuasaan pada kondisi kerja ; pelanggan adalah kepuasan terhadap harga, kualitas, pelayanan ; kreditur adalah kemampuan untuk membayar hutang.
4.  Pendekatan nilai-nilai bersaing, bertitik tolak dengan assumsi terdapat apa yang disebut dengan fleksibilitas (mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ; perolehan sumber (mampu meningkatkan dukungan dari luar dan memperluas jumlah tenaga kerja) ; perencanaan (tujuan jelas dan dipahami dengan benar) ; produktifitas (volume keluaran tinggi, rasio keluaran terhadap masukan tinggi) ; Ketersediaan informasi (saluran komunikasi membantu pemberian informasi kepada orang mengenai hal-hal yang mempengaruhi pekerjaan mereka) ; stabilitas (perasaan tenteram, kontinuitas, kegiatan berfungsi secara lancar) ; Tempat kerja yang kondusif (pegawai mempercayai, menghormati serta bekerja sama dengan yang lain) ; tenaga kerja terampil (pegawai memperoleh pelatihan, mempunyai keterampilan dan berkapasitas untuk melaksanakan pekerjaannya dengan baik).